Thursday, January 3, 2019

Ditiap jejak tanah berumput yang pernah kita pijak, ada belukar rasa yang mungkin tidak bersisa lagi. Aku harap ada sedikit. Disebuah danau yang mengering---yang kamu bilang muaranya titiknya berasal semua dari sini. Ada tupai yang kamu bilang itu adalah kamu yang menemui aku di padang rumput dingin dua tahun lalu.
Disetapak jalan kecil ada genggam yang menjagai dinginnya satu dari telapakku, sambil berharap kecil ia menuntun.
Dipinggir gubuk kecil ada jurang dibawahnya, kabut kita hirau sambil kita hisap hijau itu, berbicara banyak hal lah meracau kami seputar hidup. 
Di kedai kopi tempat kerjaku kamu tiba-tiba muncul ketika kamu bilang ingin sedikit menjauh, lembab sandang yang disebabkan hujan gerimis, sempat aku berpikir apa yang terlintas dipikiranmu ketika berkendara dari padjajaran ke braga? bukankah jauh?

jauh hari, semoga aku temui kamu dikota itu. entah kita pergi bersama----entah aku sendiri. semoga ada yang selesai disitu, 

antara aku dan kamu
atau dia dan aku

diperantarai tulisan ini
tidak ditunjukkan untuk tuan manapun

puan ini lelah meredam pikir
entah pantas disebut puan atau tidak, puan tidak pernah mau menjahati

puan ini menjahati dirinya sendiri perasaannya berjelujur duri 

berharap mati dan reda sendiri
< > Home

eyes on me

Powered by Blogger.

Search

☐ talk about you ☑ blog about you

Follow Me

Followers

emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.