Setiap inchi gestur yang kamu buat, setiap deham yang kamu risaukan dan setiap adanya tanpa tiada nyatamu yang tidak secara langsung ada disampingku. Kamu melemparku jauh ke lorong otak paling pojok penghasil serotonin memacu lubus frontal untung menghasilkan gurat kurva di ruam bibir yang membuat mata sedikit tersipit,
Aku mencintaimu.
