Saturday, June 25, 2016

00:31

Semesta henyap terdiam bersandar pada waktu. Yang ada kini hanya keheningan memecah jelujur-jelujur yang lecak dan merekah pelan. Mereka diam bersama aku dengan pikiran-pikiran yang berteriak lewat dosa-dosa kecil yang dipertanggungjawabkan oleh doa-doa kepada maha Agung. Kira-kira aku berencana untuk berbahagia, sabarku setia menunggu sadarmu dan semoga kau sadar dengan sadarku. Kunikmati gurat wajahmu, hingga terbayang-bayang laut dalam yang kau bilang menggambarkan sosokmu. Yang aku deskripsikan jiwamu yang terbuat dari secercah kedamaian, yang aku ingat-ingat jelas dalam pikiran sampai nanti di waktu yang akan datang mungkin tidak akan hilang. Kamu begitu nyata kali ini, dan aku begitu takut akan itu. Kamu begitu nyata, dan aku takut karena hanya fiktif yang tidak akan membawaku jauh kepada realita. Kamu begitu nyata sehingga aku terkapar oleh keadaan dimana takut akan kenyataan yang bisa pergi kapan saja. Kamu menyeringai bilang pergi hanya untuk kembali. Kamu menakuti aku. Bagaimana jadinya kalau nyatanya kita bukan satu dari sama lain?
< > Home

eyes on me

Powered by Blogger.

Search

☐ talk about you ☑ blog about you

Follow Me

Followers

emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.